Kamis, 26 September 2019

Jajanan Tradisional

Haii guyss selamat datang kembali di blogku. Pada blogku yang keenam. Kesempatan kali ini aku akan menceritakan sedikit tentang jajanan tradisional yang ada di Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur

SURABAYA – Pukul 01.00 WIB dini hari, Pasar Kembang sudah ramai pengunjung. Namun transaksi yang berlangsung di pasar ini bukanlah jual beli kembang atau bunga, melainkan berbagai macam jajanan pasar dan kue basah. Selain itu, rata-rata pelanggan membeli jajanan di pasar ini dalam jumlah banyak atau grosir, biasanya untuk dijual kembali.
Menurut salah satu pemilik warung kopi, Triono Pribadi (60), Pasar Kembang di Surabaya sebenarnya adalah pusatnya grosir kue. “Terbesar satu Indonesia ini. Pasar Senen di Jakarta saja kalah,” ujarnya.
Segala jenis jajanan khas Jawa Timur dapat ditemui di pasar ini. Sebut saja lemper, kue lapindo, lalis Surabaya, morina, pastel, dan banyak lainnya. Bahkan segala jenis roti seperti donat, roti gulung serta roti modern lainnya seperti roti pizza juga ada di pusat grosir kue ini. Harganya pun terbilang sangat murah, mulai dari Rp 1.100 hingga Rp 3.000.
Naritha Opie (34), salah seorang penjual kue di Pasar Kembang juga mengungkapkan pembeli dapat memilih berbagai jenis kue dengan beragam kualitas. Sebab beragam penjual mulai dari yang memakai bahan paling murah hingga kualitas yang paling bagus dapat ditemui di pasar ini.
“Biasanya kalau pribadi, yang datang jam-jam 6 pagi, itu cari yang enak-enak. Yang harganya tinggi itu, yang pakai bahan grade tinggi, jadi jualnya juga agak mahal,” kata Naritha.
Namun karena rata-rata harganya yang murah inilah, pasar ini menjadi andalan bagi para penjual kue. Salah satunya adalah Muhammad Yunus (39). Tiap pagi ia bersama istrinya mengambil kue di pusat grosir ini kemudian menjual kue-kue itu kembali ke warung-warung di Sidoarjo.
Ia mengaku bahwa dengan harga yang sangat murah itu, ia bisa meraup untung yang cukup untuk menafkahi keluarganya. “Ini harganya Rp 1.100. Saya jual Rp 2.000 aja kan udah lumayan, mas. Untungnya 900/biji,” ungkapnya sembari menunjukkan salah satu jajanan yang baru saja diborongnya.
Bukan hanya jajanan, beberapa stand di pasar yang terletak di Jalan Pasar Kembang, Kecamatan Tegalsari ini juga menyuguhkan makanan berat seperti nasi kuning. Harganya pun sangat terjangkau. “Kalau ke sebelah sana ada itu nasi kuning. Harganya ada yang Rp 5.500, ada yang Rp 7.500. Murah disini,” tambah Naritha. (*)


Nah itulah sedikit cerita tentang jajanan pasar yang ada di pasar kembang, Surabaya. Gimana apakah teman teman tertarik untuk mencoba jajanan pasar ?

Sekian dari saya, terimakasih banyak guyss

Kerja keras dan kerja cerdas

Haii semua kembali lagi denganku Ervin Setyawan. Kesempatan kali ini aku akan menjelaskan sedikit tentang perbedaan antara kerja keras dan kerja cerdas.


Untuk melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, biasanya orang akan memilih untuk kerja keras supaya hasil yang diraih bisa maksimal. Sebetulnya gak cuma itu, karena ada juga metode kerja cerdas yang bisa kamu lakukan guna mendapatkan hasil yang gak kalah produktif lho. Apa aja ya kira-kira perbedaannya?
Ketika memasuki lingkungan pekerjaan, setiap karyawan pasti memiliki cara kerja masing-masing sesuai dengan kepribadian dan pengalaman yang pernah ia lewati sebelumnya. Ada yang datang paling pagi seketika langsung mengeluarkan segala kekuatan dan pemikirannya untuk menyelesaikan tugas serta kewajibannya di kantor hingga menjadi orang terakhir yang pulang ke rumah. Sifat seperti ini dikenal dengan istilah workaholic
Selanjutnya, ada kepribadian yang bekerja kolektif atau secara tim supaya menghasilkan produktivitas kerja yang maksimal. Sebab, ia merasa perlu bantuan atau pandangan orang lain sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan agar gak salah langkah. Yang paling utama ialah, pekerjaannya dapat diselesaikan dengan cara yang paling efisien. Karyawan kayak gitu dikenal menggunakan tipe kerja cerdas.
Mengutip dari Ziliun, kalau kamu masih bingung perbedaan karakteristik seseorang yang kerja keras dan kerja cerdas, lebih baik langsung aja nih kita simak perbedaannya.
Berikut karakteristik orang pekerja keras


Pantang menyerah

Mungkin inilah salah satu karakteristik yang paling menonjol dari pekerja yang satu ini. Pribadi ini akan berusaha sekuat kemampuannya untuk mencari cara bagaimana ia bisa mendapatkan apa yang diinginkan.
Hal itu juga sebagai pembuktian bahwa ia memiliki kemampuan yang bisa diperhitungkan oleh atasannya.

· Membutuhkan waktu yang lebih

Bukan berarti lama, pekerja workaholic akan berusaha melakukan pekerjaannya sebaik dan sesempurna mungkin agar gak ada hal yang terlewatkan. Oleh karena itu mereka yang tipe kerja keras membutuhkan waktu yang lebih dibandingkan pekerja pada umumnya.
Sulit mengatakan bahwa poin yang satu ini adalah sebuah kekurangan. Sebab, jika hasilnya emang sepadan dengan waktu yang diperlukan maka itu bisa menjadi sebuah nilai positif.

· Jelas dan terarah

Masih memiliki keterkaitan dengan pantang menyerah, untuk mendapatkan apa yang dia inginkan pertama-tama harus menentukan apa yang mau dicari dan arahnya ke mana. Supaya, apa yang dilakukan dengan susah payah gak berjalan percuma. 
Berikut karakteristik orang yang bekerja cerdas





kerja keras


Beberapa sifat yang umum ditunjukan ketika sedang bekerja yakni:

· Mencari metode bekerja yang efisien

Daripada capek-capek kerja pagi pulang malem, tipe pekerja yang satu ini cenderung mencari alternatif lain dalam menyelesaikan sebuah masalah atau tugas yang diberikan kepadanya. Salah satu alasan kenapa mereka memilih metode kerja seperti ini yaitu karena dia gak cocok sama metode kerja yang konvensional.
Walaupun belum tentu efektif, tipe pekerja ini akan terus mencari sampai menemukan yang tepat baginya.

· Mengutamakan kerja sama tim

Kerja sama tim sangat dibutuhkan oleh si pekerja cerdas karena ia sedikit bergantung pada bantuan dan saran dari orang lain untuk mendapatkan metode kerja yang menghasilkan produktivitas maksimal.

· Lihai memanfaatkan momen

Bila si penyuka kerja keras suka dengan tantangan, bukan berarti pekerja cerdas gak suka. Hanya aja, ia menunggu momen yang tepat untuk menerimanya.
Mereka cenderung memilah-milah kesempatan mana yang dirasa mampu dilakukan daripada menerima segalanya dengan risiko yang kurang diperhitungkan.

· Waktu istirahat yang cukup

Karyawan yang menggunakan prinsip kerja cerdas biasanya memiliki waktu tidur yang cukup. Sehingga aktivitas di kantor dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan karena letih atau mengantuk.
Selain baik untuk produktivitas kerja, istirahat cukup mampu menghindarkan kamu terserang dari penyakit. Yang artinya, kamu bisa menghindari biaya tambahan dari berobat. Kan lumayan uangnya bisa digunakan untuk menabung.

· Konsisten dalam bekerja

Karena memiliki waktu istirahat yang cukup di rumah, orang yang mengandalkan kerja cerdas umumya memiliki konsistensi pekerjaan yang lebih baik ketimbang si pekerja keras. Apalagi ketika udah menemukan metode kerja yang lebih efisien, segala kewajiban bisa diselesaikan dalam tempo yang relatif cepat.


Nah itu dia perbedaan karakteristik dari orang yang kerja keras dan kerja cerdas. Dari beberapa poin di atas, kamu lebih banyak ke sifat yang mana nih? Intinya kedua karakteristik itu sama baiknya, yang perlu diperhatikan cuma mana yang lebih cocok sama pribadi kamu kok.

Rabu, 25 September 2019

Jln Malioboro

Yooo hallo guyss kembali lagi dengan aku Ervin Setyawan. Pada kesempatan kali ini, aku akan menjelaskan sedikit salah satu tempat wisata yang sangat populer di Yogyakarta


 Jln Malioboro. Iya Jalan Malioboro salah satu destinasi wisata yang sangat populer di semua kalangan khususnya para remaja. Oke langsung ke pembahasanya saja

Jalan Malioboro (bahasa JawaHanacarakaꦢꦭꦤ꧀​ꦩꦭꦶꦪꦧꦫ , Dalan Maliabara) adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo.
Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu YogyakartaStasiun TuguGedung AgungPasar BeringharjoBenteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.
Saat ini, Jalan Malioboro tampak lebih lebar karena tempat parkir yang ada di pinggir jalan sudah dipindahkan ke kawasan parkir Abu Bakar Ali. Karena Kedepanya Malioboro Akan Menjadi Semi Pedestrian

Sedikit sejarah tentang Jln Malioboro. Sejarah Malioboro – Dalam bahasa Sansekerta, kata “malioboro” bermakna karangan bunga. itu mungkin ada hubungannya dengan masa lalu ketika Keraton mengadakan acara besar maka jalan malioboro akan dipenuhi dengan bunga. Kata malioboro juga berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama “Marlborough” yang pernah tinggal disana pada tahun 1811-1816 M. pendirian jalan malioboro bertepatan dengan pendirian keraton Yogyakarta (Kediaman Sultan). Perwujudan awal yang merupakan bagian dari konsep kota di Jawa, Jalan malioboro ditata sebagai sumbu imaginer utara-selatan yang berkorelasi dengan Keraton ke Gunung merapi di bagian utara dan laut Selatan sebagai simbol supranatural. Di era kolonial (1790-1945) pola perkotaan itu terganggu oleh Belanda yang membangun benteng Vredeburg (1790) di ujung selatan jalan Malioboro. Selain membangun benteng belanda juga membangun Dutch Club (1822), the Dutch Governor’s Residence (1830), Java Bank dan kantor Pos untuk mempertahankan dominasi mereka di Yogyakarta. Perkembangan pesat terjadi pada masa itu yang disebabkan oleh perdagangan antara orang belanda dengan orang cina. Dan juga disebabkan adanya pembagian tanah di sub-segmen Jalan Malioboro oleh Sultan kepada masyarakat cina dan kemudian dikenal sebagagai Distrik Cina. Malioboro juga menjadi sejarah perkembangan seni sastra Indonesia. Dalam Antologi Puisi Indonesia di Yogyakarta 1945-2000 memberi judul “MALIOBORO” untuk buku tersebut, buku yang berisi 110 penyair yang pernah tinggal di yogyakarta selama kurun waktu lebih dari setengah abad. Pada tahun 1970-an, Malioboro tumbuh menjadi pusat dinamika seni budaya Jogjakarta. Jalan Malioboro menjadi ‘panggung’ bagi para “seniman jalanan” dengan pusatnya gedung Senisono. Namun daya hidup seni jalanan ini akhirnya terhenti pada 1990-an setelah gedung Senisono ditutup.

Berikut foto Jln Malioboro zaman dulu dan zaman sekarang

Zaman dulu


Zaman sekarang



Sekian penjelasan sedikit mengenai salah satu wisata yang paling diminati banyak masyarakat, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

Senin, 23 September 2019

Supporter



Hallooo semua kembali lagi dengan saya Ervin Setyawan. Nah pembahasan kali ini saya akan membahas sesuatu yang ada kaitannya dengan olahraga raga sepak bola, akan tetapi yang saya bahas kali ini adalah supporter.


Dewasa ini dalam sebuah kompetisi pasti ada klub atau kelompok yang memiliki pendukung. Entah itu kompetisi olahraga atau kompetisi yang lainnya. 
Kesempatan ini saya tertarik untuk membahas supporter sepak bola yang berasal dari Surabaya yaitu Bonek mania

sejarah berdirinya Bonek Mania supporter asal Persebaya Surabaya. Persebaya adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Para pendukung Persebaya dikenal sebagai Bonek ( Bondo Nekat).  Mereka dikenal dengan cara eksentrik mendukung Persebaya. Mereka biasanya pergi dengan kereta api dengan anggaran kecil untuk menuju Homebase lawan. Hal besar dari Bonek adalah kesetiaan mereka kepada Persebaya. Mereka selalu tinggal dan mendukung Persebaya dengan menyebabkan segala macam kerusuhan dan perkelahian dengan tim lawan ‘pendukung. 

Istilah Bonek, akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan supporter Persebaya. Bonek secara tiba-tiba besar juga karena media massa yang awalnya bagus yang lambat laun justru mengalami pergeseran pengertian dan akhirnya lebih berkonotasi negatif. Masih ingat gimana dulu Jawa Pos dengan koordinator langsung Cak Dahlan Iskan pernah memberangkatkan ratusan bus, puluhan gerbong KA dan pesawat terbang menuju Jakarta. Tret..tret.. tetttt... begitulah tema yg usung Jawa Pos tahun 1988-an. Dan sebutan populer untuk suporter persebaya waktu itu adalah 'Green Force'. Antusias bukan hanya dari surabaya saja, tetapi juga datang dari kota-kota besar di Jawa Timur. Bahkan dalam suatu kolom di Jawa Pos selama 7 hari berturut2 ada komentar & kesan-kesan dari para peserta Tret tret tett yg tertulis dengan foto para peserta lengkap dengan alamatnya. Begitu antusiasnya jawa pos sampai dalam head line news tertulis "Hijaukan senayan" dan sambuatn masyarakat surabaya dan jawatimur pun luar biasa. Dalam ceritanya ada yg sampai menggadaikan motornya, menjual TV, Tape, perhiasan istrinya dan peralatan rumah tangga lainnya, yg muda2 banyak yg harus mengamen dulu pokoknya harus bisa ke senayan !!.
Modal Tekad itulah semangat untuk meng-hijaukan senayan begitu menggebu. Sementara yg punya duit pas-pasan masih ada cara lain yaitu 'menggandol' truk secara estafet mulai dari Surabaya - Jakarta sambil mengamen di jalanan. Bahkan ada juga yg berangkat jauh2 hari sebelum pertandingan final (padahal persebaya belum tentu masuk final) dengan menumpang gerbong kereta pertamina yg jalannya kayak keong itu... pokoknya sampe Jakarta.
Semangat yang positif dan antusiasme tanpa ada ANARKISME dan KERUSUHAN dengan melibatkan massa banyak itulah yg mendapatkan acungan jempol banyak kalangan di Indonesia saat itu. Sebagai catatan senayan ketika itu dijejali 110 Ribu penonton dari Surabaya dan Bandung !! Suporter Persebaya sendiri sekitar 40% nya (masih kalah banyak dengan bandung yg memang jaraknya lebih dekat). Suatu rekor jumlah penonton yg barangkali sampai saat ini belum terpecahkan.
Belum lagi semangat heroik dari beberapa suporter persebaya yg memanjat dan merayap sampai ATAP bangunan senayan yg berbentuk lingkaran itu hanya untuk membentangkan spanduk super raksasa warna hijau tulisan putih yg bertuliskan "Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu Dalam Semangatku".
Nah Semangat itulah dengan berbagai cara yg HALAL untuk datang mendukung persebaya ke senayan membuat beberapa media massa, terutama JAPOS sebagai pelopornya mulai mengistilahkan BONEK (Bondo Nekad), dalam tulisan mereka bahwa semangat hidup dan semangat untuk maju manusia perlu punya modal tekad yg kuat. Modal tekad atau Bondo Nekad atau Bonek sejatinya tidak seperti yg ditunjukkan oleh generasi bonek-bonek saat ini yg justru cenderung brutal, nekad dalam arti menghalalkan segala cara adalah bukan Bonek yang sesungguhnya.
Sebetulnya kesalahan juga dari para bonek sebelumnya yg tidak meninggalkan warisan bonek yg sebenarnya, juga media massa yg kadang ikut mengompori dan bahkan seakan-akan ikut membenarkan. Bahkan kerusuhan bonek sudah menjadi semacam rejeki buat mereka, karena berita tentang Bonek tentunya akan meningkatkan oplah surat kabar mereka.
Salah kaprah lainnya adalah istilah Modal Tekad dan Modal Nekad sebetulnya serupa tapi tak sama. Tekad lebih ke semangat untuk melakukan tindakan sedangkan nekad lebih ke tindakan yg dilakukannya. Seharusnya bukan Bondo Nekad tetapi Bondo Tekad... tetapi untuk kemudahan pengucapan lebih cenderung Bondo Nekad alias Bonek


Karena dulu terkenal dengan aksi nekat juga brutal, sampai sekarang masih banyak penduduk Indonesia yang masih memiliki pandangan buruk terhadap Bonek, contohnya saja larangan Bonek untuk mendukung klub kebanggaan yaitu Persebaya Surabaya yang bertanding di luar Surabaya. Akan tetapi 3 tahun yang lalu Bonek sudah sadar dan Bonek sudah bersungguh-sungguh untuk mengevaluasi dan memperbaiki sikap yang brutal dahulu, sekarang di pendirian Bonek tak ada lagi kata brutal yang ada hanya Kreativitas untuk mendukung klub Kebanggaan Persebaya Surabaya. Stigma negatif pun kian hari kian memudar, seiring banyaknya supporte yang kini menjadi Saudara Bonek contohnya BCS Supporter asal Sleman, Snex Supporter asal Semarang.

Berikut beberapa contoh kreativitas Bonek Mania  saat mendukung Persebaya Surabaya






Sekian penjelasan singkat dari saya, atas perhatiannya terimakasih banyak 😊

Minggu, 22 September 2019

Anime

Anime

Hallo semua kembali lagi dengan saya Ervin Setyawan. Pada blog kedua saya ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang film animasi yang berasal dari jepang, atau yang sering disebut Anime.


Anime merupakan suatu istilah yang digunakan pada karya animasi asal Jepang. Anime menjadi sangat populer di era modern. Banyak anime terbaik dunia yang dirilis dan beredar. Beberapa anime populer mulai dari anime lama seperti Dragon Ball, One Piece atau Naruto hingga anime-anime baru seperti Attack on Titan, Sword Art Online atau One Punch Man. Berbagai genre anime pun banyak yang digemari. 

Kata anime sendiri merupakan singkatan dari istilah animation dalam bahasa Inggris yang merujuk pada sebuah jenis animasi. Namun di luar Jepang, penggunaan istilah anime kemudian dikhususkan pada animasi produksi negara Jepang. Anime bisa berupa animasi dengan teknik tradisional (kartun, teknik menggambar dengan tangan) atau pun animasi dengan teknologi komputer (3D, CGI).

Anime sendiri memiliki teknik dan jenis yang beragam karena sejatinya merupakan karya animasi itu sendiri. Terdapat juga banyak genre anime mulai dari action, fantasy, slice of life, comedy, mecha, romance, sport, horor dan lain-lain. Anime pun mengandung beberapa unsur dalam film atau karya animasi lain, mulai dari plot, alur cerita, konsep, karakter, sinematografi dan lain-lain.


Karena merupakan produksi Jepang, anime banyak menggunakan nama karakter dari nama Jepang, sebut saja tokoh-tokoh anime terkenal seperti Naruto Uzumaki, Roronoa Zoro, Ichigo Kurosaki, Rurouno Kenshin, Sasuke Uchiha dan lain-lain. Meski tentu seiring perkembangan zaman, banyak anime yang memadukan unsur budaya barat dan negara lain sehingga baik nama karakter atau pun setting tempat tidak didominasi Jepang, misalnya Attack on Titan banyak menggunakan nama tradisional Jerman atau Magi yang bersetting di Timur Tengah.


Karakter anime juga memiliki ciri khas unik dibanding produksi animasi dari negara lain, seperti mata yang lebar, mulut yang kecil, hidung yang mancung atau ekspresi karakter yang khas. Ciri khas lain seperti rambut berwarna-warni atau mungkin kostum yang unik. Banyak juga karakter anime yang memiliki kekuatan khusus, tergantung pada tema dan plot tiap anime.

Salah satu contoh anime yang memiliki bobot cerita ringan yang cocok untuk di tonton oleh pemula yaitu Sword Art Online


Sekian penjelasan singkat tentang Anime dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

Kamis, 19 September 2019

Alasan saya memilih jurusan Psikologi

Alasan saya memilih psikologi

Perkenalkan nama saya Mohammad Ervin Setyawan, saya mahasiswa baru di Universitas Wijaya Putra. Saya kuliah di Universitas Wijaya Putra memilih jurusan Psikologi.

Alasan utama saya memilih jurusan Psikologi adalah karena saya kurang fasih berbicara saat ada acara formal atau presentasi, saya ingin memperbaiki kekurangan saya di bidang itu.

Selain itu saya ingin memperdalam ilmu Psikologi saya, karena menurut saya ilmu Psikologi itu menarik, selain itu jurusan ini juga bisa membantu orang yang memiliki kebutuhan khusus

Sekian penjelasan saya mengenai alasan saya memilih jurusan Psikologi. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

Jajanan Tradisional

Haii guyss selamat datang kembali di blogku. Pada blogku yang keenam. Kesempatan kali ini aku akan menceritakan sedikit tentang jajanan trad...